NADIKABAR.COM — Kalangan pengusaha mendukung kebijakan pemerintah tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga demi memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pernyataan ini merespons sikap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang akan mengurangi pasokan gas ke negara tetangga

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Akhmad Ma'ruf Maulana menilai langkah tersebut tepat mengingat sejumlah sektor industri nasional masih menghadapi persoalan pasokan gas.

Sebagai informasi, Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura mulai hari ini, Sabtu (24/10/2026). Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, pengurangan tersebut berasal dari dua wilayah, yakni Natuna dan Sumatera.

"HKI mendukung sikap Pak Bahlil. Kalau kebutuhan industri di dalam negeri belum terpenuhi, maka gas Indonesia harus diprioritaskan untuk industri Indonesia. Termasuk gas yang selama ini diekspor ke Singapura, ketika kontraknya berakhir dan kebutuhan domestik masih tinggi, sebaiknya dikembalikan untuk memperkuat industri nasional," kata Ma'ruf dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).