"Ini merupakan bagian dari paket long segment senilai Rp 181 miliar yang akan selesai di tahun depan sebenarnya," jelasnya.

Ia mengklaim, pada awal pengerjaan sudah dilakukan sosialisasi kepada warga dan pasca pengerjaan, sudah dilakukan perbaikan beberapa rumah warga yang terdampak.

"Rata-rata di sekitar sini perbaikan di drainasenya aja. Untuk sudut-sudut rumahnya rata-rata sudah aman. Kalau kisaran ganti ruginya untuk sekarang saya tidak paham, nggak sampai ratusan juta rupiah," ucapnya.

Ia pun menanggapi masyarakat yang khawatir Jalan Gombel Lama akan mengalami kerusakan kembali. Menurutnya, jalan tersebut bisa aman hingga 10 tahun lamanya.

"Kita kalau perencanaan jalan itu sebenarnya 10 tahun. Untuk struktur 50 tahun minimal. (Berarti ini sampai 10 tahun ke depan masih aman?) Aman. (Untuk patahannya?) Aman, kemarin sudah kita tangani menyeluruh," tegasnya.

"Kemarin sudah stabilitas lereng dan air. Dua sumber itu harus kita tangani. Untuk stabilitas lereng kita tangani pakai bor pile," lanjutnya.

Sementara itu, salah satu warga Kota Semarang yang kerap melewati Jalan Gombel Lama, Arini (26) mengaku sudah mengetahui Jalan Gombel Lama akan dibuka hari ini.

"Senang kalau dibuka kembali karena kemarin 4 bulanan lebih lewatnya harus di Gombel baru. Kalau jam berangkat kerja agak macet desak-desakan, sama kalau mau pulang sore itu pasti macetnya sampai flyover Jatingaleh," jelasnya.

Arini yang hendak pulang kerja itu mengaku biasanya melewati Jalan Gombel Lama empat kali dalam sebulan, jika hendak pulang ke rumahnya di Kabupaten Semarang. Ia mengaku, jika lewat Jalan Gombel Baru hanya bisa berjalan dengan kecepatan 20 km/jam.