"Biasanya kalau pelan-pelan itu 50 km/jam bisa, kalau lewat Gombel Lama dulu. Tapi kalau kemarin lewat Gombel Baru pas jadi dua arah, mau nggak mau harus 20 km/jam, apalagi kalau macet," ucapnya.
Ia pun berharap, Jalan Gombel Baru ini bisa bertahan lama dengan perawatan yang maksimal. Ia juga meminta agar ada penertiban terkait truk yang melintas jalan tersebut.
"Jalan Gombel Lama ini kan patahan. Dengan ini kan jalannya udah mulus, udah nggak ada patahan lagi, udah nggak gelombang lagi. Inginnya truk-truk besar, dilewatinya ke tol aja, nggak usah ke Gombel lama. Karena takutnya akan merusak jalan," harapnya.
Warga lainnya, Reza (33) mengatakan sudah mengetahui pembukaan Jalan Gombel Lama sejak semalam. Ia pun sudah melewati jalan tersebut, Minggu (6/9) malam.
"Nggak nyangka juga tepat waktu bahkan lebih cepat dari target. Jadi lumayan lega karena tanjakan Gombel Baru sudah nggak dua arah lagi," tuturnya.
"Waktu turunan Gombel Lama ditutup, Gombel Baru dua arah, itu yang repot dari arah Jatingaleh karena akhirnya jadi penyempitan. Terutama waktu siang, sore hari, kalau ada hambatan di tanjakan, sudah terlanjur terjebak di flyover jatingaleh, pasrah aja," lanjutnya.
Menurutnya, saat sekarang sudah bisa diterapkan empat lajur, lalu lintas terasa lebih lancar dan jarang tersendat. Ia berharap lalu lintas bisa selalu lancar.
"Harapan lainnya mungkin ada perhatian buat warga sekitar yang saya dengar terdampak pembangunan atau proyek, mudah-mudahan mereka tidak merugi," harapnya.