"Dia memulai kariernya sebagai pemain sayap dan sangat mengandalkan kecepatan dan daya ledaknya, tetapi dia secara bertahap menyesuaikan permainannya, sehingga sekarang dia lebih menjadi penyerang murni dan tidak perlu lagi melakukan sprint sepanjang waktu, karena dia lebih memahami permainan," kata Hough.
Meskipun terjadi penurunan performa, di level atlet kelas dunia seperti Cristiano Ronaldo, penyusutan performa ini tentu tidak merosot secara signifikan.
Hal ini karena mereka sudah terbiasa dengan gaya hidup atau pola pemulihan yang sangat baik, seperti konsumsi protein cukup, buah dan sayur, tidur cukup, sehingga menjadi fondasi yang baik bagi dasar kinerja.