NADIKABAR.COM — Krisis iklim meningkatkan suhu air yang membuat terumbu karang menjadi pucat dan tidak sehat. Riset terbaru menemukan metode untuk mempercepat pemulihan terumbu karang terdampak masalah ini.
Warna pada terumbu karang berasal dari alga yang bermanfaat untuk menyediakan energi yang mereka butuhkan untuk tumbuh. Namun, alga tersebut bisa lepas dan menghilang akibat menghangatnya suhu air.
Dikutip dari Stanford Doerr School of Sustainability, hilangnya alga pada terumbu karang menjadikannya pucat, kelaparan, dan rentan terhadap invasi alga berbahaya. Setelah kondisi ini, perlu waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk terumbu karang kembali sehat.
Menurut beberapa perkiraan, terumbu karang dapat menghilang dalam beberapa dekade ke depan karena perubahan iklim yang mendorong gelombang panas laut yang lebih sering dan intens.
Riset terbaru yang dipublikasikan di jurnal Science Advances pada Rabu (14/10) menemukan cara untuk mengembalikan alga yang telah memutih dengan menempelkannya ke terumbu karang yang masih sehat.
"Bakteri berbahaya masuk ke terumbu karang melalui kontak fisik. Kami penasaran apa yang akan terjadi jika kami menggunakan kontak fisik serupa untuk menularkan kembali alga bermanfaat dari terumbu karang yang sehat," kata Danny Collins, peneliti utama riset dari Stanford Doerr School of Sustainability.