Menurut dia, pesantren yang bermutu bukan hanya yang meluluskan santri berilmu, tetapi juga yang menghadirkan dakwah yang menyejukkan dan menggerakkan kehidupan ekonomi serta sosial masyarakat di sekelilingnya.

"Tugas kami adalah memastikan mutu pesantren dijaga dengan cara pesantren sendiri, tanpa kehilangan kekhasan dan kemandiriannya," ujar Kiai Sofwan.

Sofwan menegaskan arah ini sejalan dengan pesan Menteri Agama saat pengukuhan, yang meminta Majelis Masyayikh mengukur mutu pesantren secara utuh, dari input, output, outcome, hingga dampak nyata alumni bagi masyarakat.

Adapun Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah sekaligus Presiden Universitas Darunnajah KH Hadiyanto Arief menyebut dipilihnya KH Sofwan Manaf menjadi salah satu anggota Majelis Masyayikh karena peran Darunnajah yang dikenal aktif melahirkan gagasan dan program yang kemudian menjadi milik bersama dunia pesantren.