Menariknya, pohon kurma tersebut kini dapat tumbuh hingga menghasilkan buah. Menurut Maya, tidak ada perawatan khusus yang dilakukan secara rutin agar pohon tersebut berbuah.

"Memang masing-masing vegetasi itu syarat tumbuh kembangnya berbeda. Kebetulan kurma yang di perempatan itu bisa sampai berbuah," ujarnya.

Maya menyebut perawatan khusus sempat dilakukan pada masa awal penanaman. Di antaranya pemberian pasir pada media tanam serta penggunaan garam untuk membantu menghindari hama.

"Di awal-awal itu kita hindari hama, diberikan garam. Media tanamnya diberikan pasir, kemudian pH-nya juga diperhatikan. Ada sedikit kapur supaya pH-nya tidak terlalu asam," jelasnya.

Meski demikian, pihak DLH tidak mengetahui secara pasti apakah pohon kurma tersebut merupakan tanaman jantan atau betina sejak awal ditanam. Namun, salah satu pohon kini mampu menghasilkan buah kurma muda.