NADIKABAR.COM — Polda Riau bersama jajaran TNI dan Pemprov Riau memperketat pengawasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satu titik yang diwaspadai yakni Suaka Margasatwa yang berada di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil yang memiliki kerawanan karena gambut yang tebal.
Hal itu disampaikan oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla di Provinsi Riau yang digelar di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru. Turut hadir dalam rapat, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Riau dan Forkopimda.
Irjen Herry Heryawan menyampaikan, berdasarkan pemantauan Dashboard Lancang Kuning, jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau berjumlah 161 titik yang didominasi kategori medium. Konsentrasi utama ada di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Dari data tersebut, pihaknya mewaspadai kawasan Suaka Margasatwa Cagar Biosfer Giam Siak Kecil yang memiliki karakteristik lahan berupa rawa dengan gambut yang tebal.
"Area tambahan yang perlu kita antisipasi ketat adalah Suaka Margasatwa Cagar Biosfer Giam Siak Kecil yang memiliki rawa gambut sangat tebal," ujar Irjen Herry, Jumat (28/8/2026).