Melihat hal tersebut, pihak yang berada di lokasi kemudian berkumpul. Mereka disebut mempersiapkan sejumlah alat untuk menghadapi kelompok yang datang.
"Pihak yang pada saat itu berada di lokasi langsung berkumpul dan mempersiapkan alat bantu berupa senjata tajam dan senapan angin yang dipersiapkan untuk menghadapi sekelompok orang yang datang tersebut," jelasnya.
Situasi kemudian memanas hingga terjadi keributan tim redaksi kedua kelompok. Bentrokan tersebut diwarnai aksi saling melempar batu.
"Terjadi keributan tim redaksi pihak yang berada di lokasi dan sekelompok orang yang datang merusak pagar. Keributan yang terjadi di luar lahan dengan aksi pelemparan batu tim redaksi kedua belah pihak," katanya.
Di tengah keributan tersebut, salah satu pihak kemudian menggunakan senapan angin. Senapan tersebut ditembakkan ke arah kelompok yang berada di depannya.
"Kemudian dari pihak yang berada di lokasi ada yang membawa senapan angin dan menembaki sekelompok orang yang ada di depannya dengan jarak sekitar kurang lebih 10 meter," ujar Agung.