Selain itu, indikator speedometer tidak bekerja, lampu rem belakang tertutup semen, dan pelat nomor hanya terpasang di bagian depan. Temuan ini memperkuat dugaan awal penyidik bahwa kondisi truk tak laik jalan.
"Temuan ini melengkapi gambaran mengenai kondisi truk saat dioperasikan. Seluruh fakta kami dokumentasikan secara rinci agar dapat dipertanggungjawabkan hingga ke meja persidangan," imbuh Joko.
Penyidikan kasus kecelakaan yang menewaskan 6 orang tersebut masih berlanjut. Langkah selanjutnya, polisi akan meminta keterangan ahli dari agen tunggal pemegang merek (ATPM) kendaraan tersebut mengenai spesifikasi dan kinerja komponennya.
"Pandangan itu nantinya disandingkan dengan hasil rekonstruksi tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Metro Jaya," ungkapnya.