"Ini berkah bagi kita, dengan Porprov ini nanti akan ada perputaran finansial dan ekonomi," katanya.
Ketua KONI Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, selain lima daerah di Semarang Raya, ada sejumlah cabang yang harus dipertandingkan di daerah lain karena terkendala fasilitas.
Salah satunya, balap sepeda track yang menggunakan velodrom di Surakarta, aeromodeling di Bandara Ngloram Kabupaten Blora, dan Gimnastik senam artistik di Pati.
"Porprov Jateng ke-XVII ini ajang kompetisi olahraga antar kabupaten kota setiap empat tahun sekali. Tujuannya untuk mengukur hasil pembinaan atlet di daerah, mempertemukan semua atlet tebaik dari seluruh kabupaten/kota dan memilih yang terbaik, menjaring atlet potensial, serta meningkatkan mutu pembinaan secara terarah," pungkas Sujarwanto.