Presiden kemudian menegaskan tidak akan ragu-ragu menindak perusahaan-perusahaan, termasuk perusahaan asing, yang terbukti melanggar dan terlibat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Cabut saja nanti (izin usahanya). Enggak apa-apa. Anak-anak Indonesia mampu manage. Nanti daerah-daerah, fakultas-fakultas cari anak-anak muda yang bagus-bagus. Masa orang Indonesia enggak bisa mengelola perkebunan-perkebunan itu. Mungkin, lebih baik kita kelola daripada mereka, karena kita cinta tanah air kita," katanya.
Prabowo kemudian menyampaikan bahwa dia yakin pembakar hutan itu bukanlah masyarakat Kalimantan.
"Saya yakin, enggak mungkin ada orang Kalimantan, hidupnya dari tanah dan hutan Kalimantan, kok rela hutannya terbakar. Enggak mungkin. Dia hidup di situ. Dia yang menderita. Anak-anak yang menderita. Tidak mungkin rakyat setempat. Pasti (pelakunya) orang-orang yang tidak punya rasa cinta kepada bumi Indonesia dan rakyat Indonesia," ucap Presiden.