NADIKABAR.COM — Produsen ponsel pintar dilaporkan mulai mengadopsi langkah alternatif dengan memanfaatkan Dynamic Random-Access Memory (DRAM) daur ulang dari perangkat bekas guna mengatasi kelangkaan chip memori global dan menjaga keberlanjutan produksi.
Dilansir dari laporan Gizmochina pada Kamis (22/10) waktu setempat, menurut lembaga riset Counterpoint Research, sejumlah merek ponsel pintar asal China sempat memangkas target produksi dan menekan biaya pada kuartal kedua 2026 akibat lonjakan harga serta ketidakstabilan pasokan memori.
Namun, mendekati akhir kuartal ketiga, beberapa pabrikan kembali menaikkan target produksi berkat ketersediaan chip DRAM daur ulang yang diambil dari ponsel, komputer, hingga server lama.
Chip memori bekas tersebut dilepas, dibersihkan, diuji kelayakannya secara ketat, lalu dipasang pada ponsel pintar baru. Sejumlah produsen dilaporkan mempertimbangkan untuk mengalokasikan penggunaan chip DRAM daur ulang ini secara khusus bagi model gawai kelas terjangkau (budget).