NADIKABAR.COM — Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, Asyari mengatakan penanganan darurat infrastruktur sumber daya air yang terdampak bencana di Provinsi Aceh progresnya telah mencapai 92,06 persen. Kini progres fisik penanganan terus bergerak maju di sejumlah wilayah terdampak.

Adapun capaian positif ini menjadi pijakan kuat untuk melanjutkan pemulihan lanjutan yang dirancang secara menyeluruh hingga 2028 mendatang.

"Hingga saat ini, progres penanganan telah mencapai 92,06 persen," kata Asyari pada keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026), dihimpun dari keterangan resmi.

Lebih lanjut Asyari menyebut, selama masa tanggap darurat, pekerjaan di lapangan difokuskan penuh pada pemulihan fungsi infrastruktur sumber daya air. Penanganan teknis tersebut meliputi pembersihan dan normalisasi sungai serta muara, perkuatan tebing dan tanggul, hingga pembersihan lumpur pada jaringan irigasi.

Tim juga berupaya keras memastikan ketersediaan pasokan air bersih bagi masyarakat.