Bahkan penyediaan air bersih melalui pembangunan 24 titik sumur bor di wilayah tersebut telah tuntas 100 persen.

Di wilayah Aceh Barat, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara penanganan daruratnya juga sukses diselesaikan 100 persen. Pekerjaan utama mencakup perkuatan tebing dan normalisasi sungai guna memulihkan fungsi aliran sekaligus menekan risiko banjir susulan.

Setelah seluruh penanganan darurat diselesaikan, BWS Sumatera I akan langsung melanjutkan pekerjaan ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Penanganan bakal dieksekusi secara terpadu dari hulu hingga hilir melalui pembangunan sabo dam dan perbaikan muara.

"Penanganan ini kita harapkan tidak hanya memulihkan kondisi infrastruktur terdampak bencana, tetapi juga memperkuat sistem pengendalian dan perlindungan sungai sehingga dapat memberikan manfaat dan rasa aman lebih baik bagi masyarakat Aceh," pungkas Asyari.