Situasi berubah pada menit ke-82 ketika pemain pengganti PSIS, Rifki Dwi Septiawan, menerima kartu merah setelah memperoleh dua kartu kuning. Kedua tim pun kembali bermain dengan jumlah pemain yang sama.

PSIS akhirnya memperkecil ketertinggalan melalui Fitra Ridwan pada menit ke-90+8. Gol tersebut membuat menit-menit terakhir pertandingan berlangsung menegangkan, tetapi PSMS mampu menjaga keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang.

Eko mengakui timnya sempat kehilangan konsentrasi menjelang pertandingan berakhir. Meski kebobolan pada masa tambahan waktu, ia tetap mengapresiasi daya juang para pemainnya.

"Di menit terakhir kita tidak fokus, tetapi saya tetap mengapresiasi perjuangan pemain. Mereka bisa mempertahankan keunggulan 2-0 cukup lama dalam situasi yang tidak mudah," tuturnya.

Eko juga menegaskan bahwa kedalaman skuad menjadi modal penting menghadapi jadwal pertandingan yang padat. Dengan 31 pemain yang disiapkan untuk kompetisi liga dan League Cup, PSMS memiliki sejumlah opsi untuk menutup absennya pemain utama.

"Kita beruntung punya banyak pemain. Kehilangan Manahati juga bisa dibuktikan ada yang menggantikan. Kita punya 31 pemain, seperti tadi Ikhsan Chan juga memberikan assist," ujarnya.