NADIKABAR.COM — PSMS Medan berhasil meraih hasil maksimal tiga angka setelah mengalahkan tamunya PSIS Semarang dengan skor 2-1 pada laga lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Minggu malam.
Gol tuan rumah masing masing dicetak Raihan Utama pada menit 22 dan Javier Siverio di menit 31, sementara gol balasan tim tamu PSIS dicetak Ridwan pada menit 90+8.
Dengan tambahan tiga angka, PSMS naik ke posisi kedua klasemen sementara grup A dengan nilai 14 menempel PSPS Riau yang berada dipuncak klasemen dengan nilai 18. Sementara PSIS sendiri harus bertahan di posisi kelima dengan nilai 10.Pada laga yang disaksikan lebih dari 5 ribu penonton itu, dua pemain kena kartu merah yakni Javier Siverio (PSMS) dan
Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, mensyukuri kemenangan tersebut. Meski demikian ia mengakui timnya kembali menghadapi persoalan kartu merah yang mempengaruhi strategi permainan.
"Yang pasti kita syukuri lagi. Tapi terjadi lagi kartu merah di babak pertama. Kali ini Javier Siverio yang kena kartu merah. Luar biasa perjuangan pemain dengan susah payah mempertahankan keunggulan 2-0 hingga babak pertama," katanya.
PSMS sebenarnya mengawali pertandingan dengan mengambil inisiatif menyerang. Namun, tuan rumah sempat kesulitan membongkar pertahanan PSIS yang dilatih Widodo Cahyono Putro.
Bahkan, PSIS hampir membuka keunggulan melalui serangan balik pada menit keempat. Felipe Cadenazzi, yang pernah menjadi bagian dari PSMS musim lalu, melepaskan ancaman yang berhasil diamankan kiper Rudi N Rajak.
Tuan rumah akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-22. Raihan Utama yang mendapatkan ruang di luar kotak penalti melepaskan tembakan terarah ke tiang jauh yang gagal dijangkau penjaga gawang PSIS.
Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri PSMS. Menjelang berakhirnya babak pertama, Ikhsan Chan kembali menunjukkan kontribusi dengan memberikan assist untuk gol kedua yang dicetak Javier Siverio pada menit ke-38.
Namun, keunggulan dua gol itu harus dipertahankan dengan perjuangan lebih berat. Javier Siverio menerima kartu merah pada menit ke-39 setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain belakang PSIS.
Kehilangan penyerang asal Spanyol tersebut memaksa Eko mengubah pendekatan permainan. PSMS yang sebelumnya berusaha menguasai bola mulai lebih banyak berkonsentrasi menjaga kedalaman pertahanan dan mengandalkan serangan balik.
"Pertama, kita memang kesulitan lagi di babak pertama bermain dengan 10 pemain. Tadinya kita memegang possession, tetapi setelah kehilangan pemain, kita bertahan dan melakukan counter. Terlepas dari itu, kita tetap berusaha memegang bola agar tidak mudah hilang," ujar Eko.
Memasuki babak kedua, PSIS berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengejar ketertinggalan. Namun, rapatnya pertahanan PSMS membuat tim tamu kesulitan menemukan celah untuk mencetak gol.
Situasi berubah pada menit ke-82 ketika pemain pengganti PSIS, Rifki Dwi Septiawan, menerima kartu merah setelah memperoleh dua kartu kuning. Kedua tim pun kembali bermain dengan jumlah pemain yang sama.
PSIS akhirnya memperkecil ketertinggalan melalui Fitra Ridwan pada menit ke-90+8. Gol tersebut membuat menit-menit terakhir pertandingan berlangsung menegangkan, tetapi PSMS mampu menjaga keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang.
Eko mengakui timnya sempat kehilangan konsentrasi menjelang pertandingan berakhir. Meski kebobolan pada masa tambahan waktu, ia tetap mengapresiasi daya juang para pemainnya.
"Di menit terakhir kita tidak fokus, tetapi saya tetap mengapresiasi perjuangan pemain. Mereka bisa mempertahankan keunggulan 2-0 cukup lama dalam situasi yang tidak mudah," tuturnya.
Eko juga menegaskan bahwa kedalaman skuad menjadi modal penting menghadapi jadwal pertandingan yang padat. Dengan 31 pemain yang disiapkan untuk kompetisi liga dan League Cup, PSMS memiliki sejumlah opsi untuk menutup absennya pemain utama.
"Kita beruntung punya banyak pemain. Kehilangan Manahati juga bisa dibuktikan ada yang menggantikan. Kita punya 31 pemain, seperti tadi Ikhsan Chan juga memberikan assist," ujarnya.