"Menempatkan jalur-jalur perairan di bawah kedaulatan satu negara saja dan menggunakannya sebagai senjata akan menciptakan preseden berbahaya bagi kita semua," ucapnya.

Pernyataan dari jubir Kemlu Qatar itu muncul setelah Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan keamanan, Minggu, yang menyatakan bahwa akibat ketegangan di Timur Tengah, situasi keamanan tetap rumit dengan potensi eskalasi tak terduga.

Deplu AS mendesak warga AS di kawasan tersebut untuk berhati-hati dan mereka yang berada di luar kawasan untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan, baik menuju maupun melalui wilayah tersebut.

Beberapa kedutaan besar AS di kawasan tersebut, termasuk di Uni Emirat Arab, Irak, dan Yordania, mengeluarkan peringatan serupa pada Minggu.

Sebelumnya, saat menjelaskan pendekatannya terhadap perang tersebut, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada jaringan televisi AS bahwa opsi saat ini ialah untuk menghancurkan negara tersebut.

Trump memberikan pilihan apakah akan membiarkannya membusuk secara ekonomi atau menegosiasikan kesepakatan, sambil menambahkan bahwa hal-hal yang sangat besar akan terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama.

"Pertanyaan saya adalah, apakah dan kapan saya akan menghancurkan seluruh negara itu? Sebaiknya mereka bersikap baik," kata Trump kepada Fox News.