AS baru-baru ini melancarkan serangan militer terhadap sejumlah lokasi di Iran di tengah kebuntuan negosiasi terkait perselisihan mengenai pelayaran di Selat Hormuz, salah satu rute terpenting di dunia untuk pasokan energi dan perdagangan global.
Padahal, kedua belah pihak telah menandatangani nota kesepahaman pada pertengahan Juni lalu.
Iran pun membalas dengan melancarkan serangan terhadap fasilitas dan peralatan militer milik AS di negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi.
Beberapa serangan tersebut mengakibatkan korban jiwa di kalangan warga sipil dan kerusakan pada infrastruktur sipil, sehingga menuai kecaman dari negara-negara yang terkena dampaknya serta seruan agar serangan tersebut dihentikan.
AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran sejak 28 Februari, yang menurut Iran telah menewaskan lebih dari 3.000 orang. Iran membalas dengan serangan yang menewaskan warga Amerika dan Israel.
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan