Menurut McGuire, langkah tersebut dilakukan untuk menyeimbangkan performa dan konsumsi daya untuk mengoptimalkan keunggulan produk sesuai dengan berbagai kebutuhan penggunaan.

"Mereka selalu berupaya menyeimbangkan performa dan konsumsi daya untuk mengoptimalkan keunggulan produk sesuai dengan berbagai kebuthuan penggunaan. Kami bekerja sama untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi pengguna," tambahnya.

Rumor ini berawal ketika Samsung dilaporkan kemungkinan tidak akan menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 pada smartphone flagship teranyarnya nanti, Galaxy S27 Series. Perusahaan dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menggunakan chipset besutannya sendiri, yaitu Exynos 2700.

Laporan tersebut berasal dari Seoul Economic Daily yang menyebut bahwa Divisi Mobile eXperience Samsung tengah melakukan pengujian validasi performa Snapdragon 8 Elite Extreeme Gen 6 untuk digunakan pada Galaxy S27 Ultra.

Berdasarkan informasi dari beberapa sumber yang mengetahui masalah tersebut, chipset ini berulang kali melampaui ambang batas suhu dan mengalami penurunan kecepatan ketika menangani beban kerja berat dalam waktu yang lama.

Penurunan performa akibat overheat ini menimbulkan keraguan mengenai kemungkinan penggunaan chipset ini pada Galaxy S27 Ultra. Ketika prosesor bekerja pada suhu yang terlalu tinggi, perangkat dapat menangani throttling, yaitu kondisi ketika perangkat menurunkan kecepatan operasinya untuk melindungi diri dari panas berlebih.