Kondisi ini disebut dapat mengganggu pengalaman pengguna yang bermain gim dalam waktu yang lama atau mengandalkan AI.

Sebagai informasi, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 membawa performa yang mendukung agentic AI, yaitu teknologi yang dapat mengenali situasi pengguna melalui smartphone dan menjalankan berbagai tugas secara mandiri.

Di sisi lain, Samsung menjadikan peningkatan fitur AI sebagai fokus utama pada perangkat Galaxy Series generasi berikutnya. Oleh karena itu, performa dan stabilitas prosesor Qualcomm menjadi hal terpenting.

Seorang pejabat industri menyebut bahwa Samsung telah menyampaikan masalah panas berlebih tersebut kepada Qualcomm bulan lalu dan meminta perbaikan paling lambat pada pertengahan Oktober. Namun, Qualcomm belum berhasil mencapai tingkat kestabilan suhu yang dibutuhkan oleh Samsung hingga kini.

Jika Qualcomm mampu memenuhi tingkat performa yang dibutuhkan, Samsung menyebut akan tetap menggunakan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 sesuai rencana awal.

Namun, jika tidak, perusahaan tersebut mempertimbangkan untuk menjalankan Exynos 2700 sebagai alternatif, dengan memperhitungkan stabilitas performa dan jadwal produksi massal.