NADIKABAR.COM — Ada yang berbeda ketika berburu jajanan di kompleks perumahan Bumi Panyileukan. Di tengah deretan kedai yang menawarkan beragam makanan, pengunjung bisa dengan leluasa datang, memilih makanan yang diinginkan, hingga memarkirkan kendaraan tanpa harus repot merogoh kocek untuk uang tambahan.
Kompleks yang berada di Kelurahan Cipadung Kidul, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung itu memang punya banyak pilihan untuk mengisi perut. Kedai nasi goreng mendominasi di tim redaksi warung aneka pecel ayam dan pecel lele. Sejumlah kedai kopi juga tersedia bagi warga yang ingin sekadar nongkrong sambil menikmati minuman.
Jika sedang malas menyantap hidangan berat, pilihan lain pun patut dicoba. Ada aneka jajanan seperti olahan makaroni, risoles, cakwe hingga cireng yang bisa menjadi teman mengganjal perut saat tidak terlalu lapar.
Namun, bukan semata ragam makanan yang membuat kawasan ini menarik. Ada satu hal yang membuat pengalaman berburu jajanan di Bumi Panyileukan terasa berbeda dibanding sejumlah kawasan kuliner lain di Kota Bandung, yakni ketiadaan juru parkir.
Ternyata, kondisi tersebut bukan terjadi begitu saja. Ada kesepakatan yang dijaga bersama oleh para pedagang dan petugas kewilayahan, mulai dari tingkat RT hingga RW.
"Di sini mah kompak semua, makanya enggak ada tukang parkir yang berani datang. Bisa-bisa diusir malah kalau nekat mah, kang," demikian perbincangan NadiKabar bersama Heri (41), salah seorang pedagang di Bumi Panyileukan beberapa waktu lalu.
Heri mengaku tak mengetahui persis sejak kapan kesepakatan tersebut mulai dijalankan. Namun, selama bertahun-tahun berjualan di kawasan itu, ia melihat aturan tersebut terus berjalan dan diterima oleh para pedagang maupun warga.