NADIKABAR.COM — Para porter atau pramuantar bergegas mendekat kala mobil-mobil pembawa turis asing tiba di Pantai Tulamben, Karangasem, Bali. Mobil itu membawa turis-turis yang akan wisata menyelam (diving) di perairan Tulamben.
Para porter itu mendekat untuk membawakan berbagai peralatan diving ke bibir pantai, seperti tabung oksigen, pakaian, dan sebagainya. Tak ada yang berebut. Masing-masing sudah punya perusahaan yang diajak bekerja sama.
Musim panas ini, turis memang tengah ramai mendatangi Pantai Tulamben untuk menikmati keindahan bawah laut. Musim ramai (high season) menjadi berkah bagi para pencari rezeki di kawasan Pantai Tulamben, termasuk pramuantar.
"Kalau wisatawan ramai kami dapat lebih. Kalau sepi yang sedikit kami dapat uang," ucap salah satu porter, Ni Kadek Mustini, ketika ditemui di Pantai Tulamben, Minggu (30/8/2026).
Ada empat kelompok pramuantar di Pantai Tulamben. Sebagian besar merupakan perempuan. Mereka bekerja dengan mengenakan baju biru lengan panjang bertuliskan 'Tulamben porter'.
Mustini bercerita, ketika wisatawan ramai, porter di Pantai Tulamben dapat penghasilan sekitar Rp 105 ribu dalam sehari. Penghasilan bahkan bisa mencapai Rp 225 sehari saat wisatawan sangat-sangat ramai.