DJKA juga tengah menyusun SOP penanganan kondisi darurat, khususnya apabila terjadi banjir atau genangan yang mengganggu jalur kereta api saat musim hujan.

"SOP penanganan darurat sedang disusun untuk situasi banjir atau genangan di jalur yang memang sudah lama diketahui rawan meluber saat musim hujan," jelasnya.

Meski demikian, peninggian rel tersebut bukan solusi permanen. Perawatan secara berkala dinilai hanya menjadi langkah sementara sebelum adanya solusi yang lebih permanen.

DJKA sebelumnya telah menginisiasi rencana relokasi jalur kereta api dari kawasan Sidoarjo menuju Tulangan hingga Gunung Gangsir. Relokasi tersebut diproyeksikan menjadi solusi permanen untuk menghindari kawasan yang mengalami permasalahan penurunan tanah.

Rencana tersebut telah masuk dalam pembahasan, namun pelaksanaannya sempat terkendala persoalan anggaran sejak pandemi COVID-19. Upaya untuk kembali mendorong rencana tersebut dilakukan pada 2026.

Dukungan pendanaan dari Kreditanstalt fΓΌr Wiederaufbau (KfW) juga dinilai dapat membuka peluang percepatan pembangunan jalur baru tersebut.