Tepat di bawah celah tersebut, dinding semen polos memperlihatkan retakan vertikal yang panjang dan menganga, mempertegas struktur dinding yang kian rapuh.

Kerusakan parah ini membuat Emak Jijah tidak lagi memiliki keberanian untuk memejamkan mata di rumahnya sendiri saat malam tiba. Ia memilih mengungsi ke tempat sang anak.

"Kalau malam tidur di rumah anak. Takut, merasa was-was," ujar Emak Jijah sembari menatap langit-langit rumahnya, Rabu (2/9/2026).

Jijah menuturkan, ia hanya datang ke rumah tersebut saat siang hari. Ketika cuaca mendung dan hujan deras turun, rumah tersebut praktis tak lagi mampu menjadi pelindung.

"Bocor, baskom sampai penuh semua di sini. Kan atapnya sudah pada gorowong (bolong). Dulu juga pas lagi di dalam pernah ada material atap yang jatuh," ucap Jijah seraya mengusap air mata dengan ujung kerudungnya.