Citizen Lab, laboratorium riset keamanan siber University of Toronto, lembaga yang pertama kali melaporkan kasus Pegasus pada 2016, mengatakan spyware ini merupakan teknologi yang dikembangkan oleh NSO Group, perusahaan teknologi asal Israel.
Dokumentasi teknis Citizen Lab menunjukkan Pegasus mampu memanfaatkan celah keamanan pada sistem operasi ponsel untuk melakukan infeksi tanpa memerlukan interaksi dengan korban (zero-click). Dengan kata lain, penyadap dapat menyusupi perangkat tanpa disadari penyebabnya.
LIMS dan Pegasus memiliki perbedaan cara, kegunaan, dan tujuannya. LIMS berhubungan dengan pengawasan komunikasi melalui infrastruktur jaringan, sedangkan Pegasus merupakan perangkat lunak yang dapat mengakses data di dalam perangkat korban.
Pegasus dan LIMS juga memiliki cakupan informasi yang berbeda. LIMS digunakan untuk memperoleh informasi terkait komunikasi dan isi komunikasi secara terbatas sesuai kemampuan jaringan, sedangkan Pegasus dapat mengakses informasi yang jauh lebih luas di dalam ponsel.
Sebelumnya, tiga jenderal aktif Polri yang merupakan pelaku penyadapan telah ditetapkan sebagai tersangka. Ketiga jenderal tersebut yakni eks Kapolri sekaligus Kepala Kantor Staf Presiden Listyo Sigit Prabowo (LSP), Kepala Divisi Hukum Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution (ASN), dan Widyaswara Kepolisian Utama TK1 Sespim Lemdiklat Polri Irjen Eko Hadi Santoso (EH).
Mereka disebut memerintahkan penyadapan tanpa prosedur terhadap Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh dalam kurun waktu 2025-2026. Tak hanya memerintahkan penyadapan, para tersangka juga memerintahkan penghapusan data hasil penyadapan pada Oktober 2026.