Selain memberikan sanksi teguran, Dispendukcapil Surabaya sudah menemui warga yang menyuarakan keluhannya di media sosial demi menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Petugas itu juga sudah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Sebagai langkah tegas perbaikan kualitas pelayanan umum, petugas yang disebut bernama 'Mbak Navi' itu kini resmi dicopot dari area pelayanan garda depan (front office) dan dipindahkan ke bagian lain.

"Sudah tidak di pelayanan front office lagi, posisinya dirotasi dan saat ini kami lakukan pembinaan," tegas Irvan.