Hal serupa juga dinyatakan Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, yang menyatakan, "Atas nama bangsa dan negara serta TNI mengucapkan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhum yang telah berjasa luar biasa kepada bangsa dan negara," katanya.

Ia mengenang almarhum sebagai seorang pemimpin yang profesional dalam melaksanakan kepemimpinannya dan menjadi panutan bagi generasi muda.

"Saat beliau menjadi panglima, saya masih pangkat kapten-mayor dan beliau menjadi panutan kami," kata dia.

Widodo AS pernah menjadi kepala staf TNI AL, kemudian menjadi wakil panglima TNI, dan terakhir adalah Menko Polkam pada kabinet pertama SBY.

Pada masa kepemimpinannya di TNI AL dan Markas Besar TNI, Indonesia menghadapi beberapa babak genting dan menentukan perjalanan sejarah bangsa ini, yaitu Reformasi 1998, lepasnya Provinsi Timor Timur dari pangkuan Ibu Pertiwi, embargo persenjataan dari Amerika Serikat dan sekutunya, berbagai kerusuhan besar di dalam negeri.