Selanjutnya, perubahan paradigma dan konstelasi politik dalam negeri dan praktik berdemokrasi Indonesia, serta pengakhiran Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ditandai Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi institusi sendiri di luar TNI.
Sebelumnya, pada Orde Baru, Kepolisian Republik Indonesia tergabung di dalam ABRI.
Widodo AS dimakamkan dalam upacara militer kenegaraan dan bertindak sebagai inspektur upacara adalah Agus Subianto.
Terdapat di antara kursi hadirin adalah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Tony Harjono, Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Tandyo B Revita, dan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Juga hadir mantan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, mantan Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI (Purn) Marsetio dan Laksamana TNI (Purn) Siwi S Adji.