Sektor transportasi turut merespons kondisi ini. KAI Daop 3 Cirebon mengimbau para penumpang untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Meski sebaran abu vulkanik dipengaruhi arah angin, operasional kereta api di wilayah Daop 3 sejauh ini dilaporkan masih normal.

"Sampai saat ini perjalanan kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon masih berjalan normal. Kami terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta petugas," ujar Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin.

KAI juga telah menyiapkan masker kesehatan di Pos Kesehatan Cirebon, Cirebon Prujakan, dan Arjawinangun bagi para pekerja. Selama perjalanan, petugas akan memastikan pintu kereta tetap tertutup rapat saat melintasi zona terdampak.

"Kami telah menyiapkan masker kesehatan di sejumlah Pos Kesehatan Daop 3 Cirebon untuk melindungi pekerja yang berpotensi terdampak abu vulkanik," katanya.

Guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan mobilitas masyarakat di tengah situasi ini, KAI mengoperasikan tiga KA tambahan:1. KA Tambahan relasi Yogyakarta-Gambir (berangkat pukul 18.20 WIB).2. KA Tambahan relasi Malang-Gambir (berangkat pukul 20.15 WIB).3. KA Tambahan relasi Semarang Tawang-Gambir (berangkat pukul 20.15 WIB).

Selain itu, kapasitas KA reguler seperti KA Anggrek (Surabaya Pasar Turi-Gambir) dan KA Gumarang (Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen) juga ditingkatkan.

"Penyesuaian layanan kami lakukan untuk memastikan kebutuhan mobilitas masyarakat tetap terlayani dengan baik. Setiap pengaturan perjalanan tetap memperhatikan kesiapan sarana, prasarana, dan aspek keselamatan," pungkas Muhib.