"Saya ingat ketika mengetahui biayanya hanya beberapa ribu dolar. Saya merasa, 'Wow, ternyata saya juga bisa terbang dengan jet pribadi,'" tuturnya.
Pengalaman itu membuat Robinson semakin tertarik menggunakan layanan tersebut. Bahkan, ia mengakui penerbangan pribadi akhirnya memiliki makna lebih dari sekadar sarana transportasi.
"Itu menjadi bagian dari identitas saya," katanya.
Setelah kecelakaan yang merenggut nyawanya, pengakuan Robinson kembali beredar dan memicu beragam reaksi warganet.
Sebagian pengguna media sosial menilai pernyataannya memperlihatkan betapa pentingnya simbol kekayaan dan kesuksesan dalam kehidupan sang pengusaha.
"Sangat menyedihkan ketika banyak orang hanya merasa dihargai karena simbol status sosial," komentar seorang warganet.
"Ada pepatah yang mengatakan, semakin banyak uang, semakin banyak masalah. Sangat menyedihkan," tulis pengguna lainnya.
Namun, tidak semua tanggapan bernada negatif. Sejumlah kolega mengenang Robinson sebagai pengusaha yang memberikan kontribusi besar bagi industri teknologi.
Larry Kim, CEO Customers.ai, mengaku pernah beberapa kali berselisih dengan Robinson di media sosial karena persaingan bisnis.