"Kami pernah berselisih di media sosial lebih dari sekali. Namun, dia adalah seorang pembangun bisnis yang mendorong kemajuan industri kami dan membuat saya menjadi lebih baik," ujarnya kepada Business Insider.

Robinson diketahui membangun sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Retention.com, RB2B, dan MoltSets. Sebelum terjun ke industri teknologi, ia bekerja di sektor keuangan, termasuk di Lehman Brothers dan Barclays Capital.

Robinson menjadi salah satu dari sembilan korban tewas dalam kecelakaan Learjet 60 pada 1 November 2026.

Pesawat tersebut berangkat dari Austin, Texas, menuju Bahama. Robinson bersama keluarganya dilaporkan hendak merayakan ulang tahunnya di destinasi tropis tersebut.

Namun, perjalanan berakhir tragis ketika pesawat kehilangan ketinggian secara drastis sebelum jatuh di kawasan Palm Beach County, Florida.

Robinson meninggal bersama istrinya, Helen Sharp, serta kedua anak mereka, Emma yang berusia empat tahun dan Charlie yang berusia dua tahun. Korban lainnya termasuk dua sahabat keluarga, seorang pengasuh anak, serta pilot dan kopilot pesawat.

Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) masih menyelidiki penyebab kecelakaan. Penyelidik menemukan bagian ekor pesawat terpisah dan jatuh beberapa kilometer dari lokasi benturan utama.

Kondisi cuaca buruk, turbulensi, pembentukan es, serta kemungkinan masalah teknis menjadi sejumlah aspek yang diperiksa. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan belum ditetapkan.

Sementara itu, video lama Robinson menjadi pengingat tragis tentang bagaimana sesuatu yang pernah ia banggakan sebagai bagian dari gaya hidupnya kini kembali diperbincangkan setelah kepergiannya.