Gejala keracunannya pun dapat menyerupai keluhan penyakit lain, seperti sakit kepala, mual, muntah, dan kelelahan. Paparan gas ini juga dapat menimbulkan pusing serta sesak napas.

Pada keracunan yang lebih berat, korban bisa mengalami kebingungan, gangguan penglihatan, kehilangan koordinasi gerakan, hingga penurunan kesadaran. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi kejang, koma, dan kematian.

Risiko paparan karbon monoksida juga dapat muncul di dalam ruangan. Kemenkes menyebut kompor gas, pemanas berbahan bakar minyak tanah, serta tungku atau cerobong yang bocor sebagai sumber CO di rumah.

BPOM turut menyoroti bahaya gas buang kendaraan yang masuk ke kabin akibat kebocoran dan ventilasi yang tidak memadai. Mesin kendaraan yang menyala di garasi tertutup juga dapat menjadi sumber keracunan.

Jika diduga terjadi keracunan,BPOM menyebut pertolongan pertama mencakup menjauhkan korban dari sumber CO dan pemberian oksigen murni. Penanganan perlu segera dilakukan oleh tenaga medis, dengan tetap memperhatikan keselamatan orang yang menolong.