"No comment," singkat Andi Tenri. Politisi Gerindra tersebut langsung diarahkan masuk ke dalam mobil oleh stafnya, lalu meninggalkan kantor DPRD Bone.

Sebulan sejak dilaporkan, Andi Tenri belum juga menjalani pemeriksaan. Usut punya usut, Andi Tenri ternyata sudah disurati untuk memberikan klarifikasi namun mangkir dari panggilan polisi dengan dalih ada agenda lain.

"Kemarin kami ada melakukan undangan klarifikasi kepada ibu ketua, namun mungkin ada beberapa halangan, tidak bisa hadir," ungkap Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ananda Gunawan kepada wartawan, Selasa (1/9).

Ananda tidak merinci alasan Andi Tenri tidak memenuhi panggilan pemeriksaan. Dia mengaku akan kembali menyurati ketua DPRD Bone untuk memberikan keterangan sebagai terlapor.

"Tapi akan kami jadwalkan kembali, schedule-kan ulang untuk kehadiran (pemeriksaan) ibu ketua," tambah Ananda.

Sementara jumlah saksi yang telah diperiksa disebut baru enam orang yang merupakan staf Sekretariat DPRD Bone. Yuli sebagai pelapor pun akan kembali dimintai keterangan setelah menggelar pernikahan.

"Proses penanganan kasus Ketua DPRD masih dalam proses penyelidikan. Saksi ada 6 orang kami sudah periksa dari sekretariat," paparnya.

"Saat ini saudari Yuli sedang habis proses masa nikah. Jadi mungkin kami tunda dahulu sampai selesai kegiatan keluarganya," imbuh Ananda.

Andi Tenri juga diduga melanggar kode etik sebagai legislator usai bersikap arogan terhadap stafnya. Kendati begitu, Badan Kehormatan (BK) DPRD Bone belum memproses dugaan pelanggaran etik tersebut meski sudah menerima dua laporan.