"Itu saya tahu (masuk desil 10), saya istilahnya itu ngurus, mau cari tahu ini di kelurahan. Kelurahan nggak bisa jawab. Ini yang bisa jawab kecamatan katanya gitu. Kemudian kita ke kecamatan, kecamatan juga nggak bisa jawab," paparnya.

"2 minggu itu terakhir kita ke sana. Katanya gitu (masuk desil 10), tapi saya nggak lihat ya, nggak lihat komputernya. Katanya petugas gitu. Saya sendiri aja yang kena itu tidak tahu. Desil itu dasarnya apa? Dan desil itu mulai dari mana? Ya jelaslah (mempertanyakan),"imbuh Suwarno.

Selepas sang ibu meninggal dunia, Suwarno hidup seorang diri di rumah warisan yang terletak di dalam gang sempit selebar semeter. Istrinya meninggal pada tahun 2010, sedangkan dua anaknya kini telah berkeluarga.

"Putra sudah mentas semua. (Anak) cuma dua, Mas. Ditinggal istri 2010 meninggal. Tinggal anak dua itu, pensiun tahun 2011. Berarti 2010 pensiun istri, 2011 pensiun pegawai. Iya (sekarang tinggal sendiri)," ujarnya.

Suwarno adalah seorang pensiunan petugas perpustakaan di salah satu kampus swasta di Jogja dan telah bekerja 25 tahun lamanya. Beruntung ia masih mendapat uang pensiunan dari kampus sejak purna tugas 2015 silam.