Gunung Lewotobi Laki-laki berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan ketinggian 1.584 mdpl. Pada pengamatan Minggu 6 September 2026 periode 00.00-06.00 Wita, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-II.

"Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak," tutur Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki Bagus Puguh Wibowo dalam keterangan resmi.

Aktivitas kegempaan pada periode tersebut meliputi dua kali gempa embusan, dua kali tremor non-harmonik, dua kali gempa frekuensi rendah, dan 15 kali gempa tektonik jauh. Cuaca di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan dengan angin lemah ke arah barat dan barat laut.

Masyarakat dan wisatawan direkomendasikan tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama saat hujan berintensitas tinggi. Penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut juga dianjurkan apabila wilayah sekitar terdampak hujan abu.

Gunung Merapi berada di wilayah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten, yang mencakup Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Gunung ini memiliki ketinggian 2.968 mdpl.

"Berdasarkan pengamatan pada Minggu 6 September 2026 periode 00.00-06.00 WIB, asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 10 meter dari puncak," ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Suraji dari keterangan resmi.

Selain itu, teramati dua kali guguran lava ke arah barat daya. Masing-masing guguran menuju hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter dan hulu Kali Sat/Putih sejauh 1.500 meter.

Aktivitas kegempaan juga tercatat berupa tujuh kali gempa guguran, 18 kali gempa hybrid atau fase banyak, serta satu kali gempa tektonik jauh.

Potensi bahaya Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sejumlah sektor. Di sektor selatan-barat daya, potensi bahaya meliputi Sungai Boyong hingga 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer. Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya serta mewaspadai lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan di sekitar Merapi. Gangguan akibat abu vulkanik juga perlu diantisipasi apabila terjadi erupsi.

Gunung Semeru berada di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, dengan ketinggian 3.676 mdpl. Berdasarkan pengamatan pada Minggu 6 September 2026 periode 00.00-06.00 WIB, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-II.

"Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah tenggara dan selatan," tulis keterangan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Yadi Yuliandi.