Aktivitas kegempaan yang tercatat cukup beragam, yakni 24 kali gempa letusan atau erupsi, 10 kali gempa guguran, tujuh kali gempa embusan, enam kali gempa harmonik, dan empat kali gempa tektonik jauh.

Pada status Level III atau Siaga, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena terdapat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Aktivitas juga dilarang dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena kawasan tersebut rawan lontaran batu pijar.

Potensi awan panas, guguran lava, dan lahar perlu diwaspadai di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Gunung Sinabung berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dengan ketinggian 2.460 mdpl. Pada pengamatan Minggu, 6 September 2026 periode 00.00-06.00 WIB, gunung tertutup kabut dengan tingkat kabut 0-I hingga 0-III.

"Asap kawah tidak teramati. Gunung tidak teramati asapnya. Tercatat satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 2 mm," terang Petugas Pos Pengamatan Gunung Sinabung Armen Putra dalam keterangan resmi.

Masyarakat dan pengunjung tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi maupun dalam radius 3 kilometer dari puncak Sinabung. Larangan juga berlaku pada sektor selatan-tenggara dalam radius 6 kilometer.

Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai yang berhulu di Gunung Sinabung diminta tetap mewaspadai potensi lahar. Pemerintah Kabupaten Karo juga diimbau terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung.

Dari lima gunung api yang berstatus Level III atau Siaga per Minggu 6 September 2026, Gunung Semeru menjadi satu-satunya gunung api dengan status tersebut di Jawa Timur. Gunung Semeru berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

Aktivitas Semeru masih menunjukkan adanya gempa letusan atau erupsi dalam periode pengamatan 00.00-06.00 WIB. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan batas wilayah yang dilarang untuk aktivitas serta potensi bahaya di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.

Masyarakat juga perlu mengikuti setiap pembaruan informasi dan rekomendasi dari PVMBG. Data status gunung api dalam artikel ini merupakan pembaruan per Minggu 6 September 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai hasil pemantauan aktivitas vulkanik.