NADIKABAR.COM — Menjelang aba-aba start, Peter Filologus Valentino Rossi memastikan posisi tubuh dan kaki Taufik Abdul Karim sudah tepat.
Keduanya harus mengatur jarak, menyesuaikan irama gerakan, serta memastikan tidak saling mengganggu ketika mulai berlari.
Satu hal penting yang tidak boleh terabaikan adalah langkah kaki mereka harus selaras agar tidak berbenturan. Saat salah satu kaki melangkah maju, pasangannya harus secara cermat menyesuaikan.
Ibarat sepasang sepatu, kaki kanan dan kiri memang berbeda, tetapi saling melengkapi untuk melangkah ke depan.
Begitulah cara Taufik dan Peter berjuang bersama dalam perlombaan para-atletik pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Bagi keduanya, berlari bukan sekadar mengandalkan kecepatan. Ada gerakan yang harus diselaraskan, komunikasi yang harus dijaga, serta kepercayaan yang tidak boleh terputus hingga mencapai garis finis.
Peter bertugas sebagai pemandu atau guide runner bagi Taufik, pelari tunanetra Indonesia yang turun pada nomor 100 meter dan 400 meter klasifikasi T11.
Dalam perlombaan, keduanya berlari berdampingan dengan tangan yang terhubung menggunakan tali khusus. Peter membantu memberikan informasi mengenai arah lintasan dan waktu yang tepat bagi Taufik untuk meningkatkan kecepatan.