Namun, tugas itu tidak sesederhana menunjukkan jalan.
"Kalau koordinasi, penyesuaian tangan kaki kan beda. Ayunan tangan, postur badan, itu memengaruhi. Tapi lama-kelamaan latihan, chemistry dapat," kata Peter saat ditemui di Nagoya, Kamis (22/10).
Peter menjelaskan bahwa seorang pemandu harus menyesuaikan diri dengan karakteristik atlet yang didampinginya, mulai dari panjang langkah, posisi tubuh, hingga kemampuan berlari.
Bahkan, ketika keduanya sudah melesat meninggalkan garis start, komunikasi tidak boleh terhenti.
Pada nomor 100 meter, Peter harus memberikan arahan dalam waktu belasan detik. Sementara ketika mendampingi Taufik pada nomor 400 meter, ia juga harus memberikan informasi mengenai tikungan serta perubahan kecepatan.
"Paling cuma ngomong nambah sama mau finish itu, tambahin, sudah. Gitu aja," ujarnya.
Untuk menjalankan tugas tersebut, Peter membutuhkan kemampuan fisik yang mumpuni. Selain harus mampu mengimbangi kecepatan Taufik, ia juga harus menjaga pernapasan dan konsentrasi untuk memberikan arahan.
Karena itu, ia menjalani latihan tambahan di luar program reguler bersama atlet yang didampinginya.