"Mudah-mudahan penghasilan juga lebih meningkat dari sebelumnya," kata Nono.

Pengadaan becak listrik ramah lingkungan ini menjadi bagian dari program modernisasi transportasi lokal sekaligus bentuk perhatian nyata terhadap kesejahteraan para pekerja sektor informal di daerah. Di Sumedang sendiri, sebanyak 220 unit becak listrik gratis tersebut sudah disalurkan per hari ini.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menilai bantuan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar pemberian kendaraan. Menurutnya, becak listrik merupakan bentuk penghormatan Presiden kepada para pengemudi becak sekaligus apresiasi terhadap perjuangan mereka dalam mencari nafkah secara halal.

"Bantuan ini bukan sekadar pemberian alat transportasi. Ini merupakan bentuk penghormatan dan kepedulian Bapak Presiden kepada para pengemudi becak, sekaligus penghargaan atas kerja keras mereka selama ini," ujar Dony.

Ia mengatakan, di balik setiap kayuhan becak terdapat perjuangan seorang kepala keluarga yang tidak mengenal panas maupun hujan demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

"Di balik kayuhan becak ada perjuangan sebuah keluarga. Ada tanggung jawab seorang bapak untuk menyekolahkan anak, memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan mencari rezeki yang halal. Lebih dari itu, ada harga diri dan kemauan untuk terus bekerja keras secara mandiri," katanya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumedang, Dony menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional yang telah memberikan bantuan 220 unit becak listrik kepada para pengemudi becak di Sumedang.

Dony juga mengapresiasi mekanisme penyaluran bantuan yang dilakukan secara sistematis. Para penerima tidak hanya mendapatkan kendaraan, tetapi terlebih dahulu diberikan pelatihan serta panduan penggunaan agar becak listrik dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat secara berkelanjutan.