"Saya yakin para penerima akan memanfaatkan dan merawat becak ini dengan sebaik-baiknya. Gunakan untuk hal-hal yang baik, jaga kebersihan dan kondisinya, karena bantuan ini harus memberikan manfaat yang panjang bagi penerima dan keluarganya," ungkapnya.

Tidak berhenti pada penggunaan kendaraan listrik, Pemkab Sumedang juga menyiapkan ekosistem pendukung agar inovasi tersebut benar-benar berjalan. Salah satunya melalui penyediaan fasilitas pengisian daya atau charging station yang direncanakan berada di kawasan Taman Endog melalui kerja sama dengan PT PLN.

Selain itu, 220 pengemudi penerima bantuan akan difasilitasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara gratis. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan perlindungan dan jaminan sosial bagi para pengemudi yang selama ini bekerja di sektor informal.

Inovasi juga diterapkan pada sistem pembayaran. Pemkab Sumedang mendorong becak listrik dilengkapi pembayaran digital melalui QRIS dengan dukungan Bank BJB Sumedang.

Menurut Dony, digitalisasi tersebut penting agar becak Sumedang tidak tertinggal oleh perkembangan zaman sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menggunakan jasa transportasi tersebut.

"Becak Sumedang harus lain dari yang lain. Kita ingin becak ini mengikuti perkembangan zaman, termasuk dalam sistem pembayarannya. Dengan QRIS, masyarakat akan lebih mudah membayar secara digital dan pengemudi juga semakin terbiasa dengan ekosistem ekonomi digital," ujarnya.

Dony berharap bantuan tersebut tidak berhenti sebagai program pemberian kendaraan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi sekaligus memperkuat karakter Sumedang sebagai daerah yang ramah, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan.

Sementara itu, dalam program pemberian becak listrik gratis dari Presiden Prabowo ini, Sumedang menjadi kabupaten/kota keenam di Jawa Barat yang menerima bantuan becak listrik tersebut.