"(Kelima buaya) dievakuasi ke penangkaran Babana. Tim sudah evakuasi semua ke penangkaran," kata Rezky.

Rezky mengatakan warga menduga lima buaya yang ditangkap bukan yang menerkam korban RS. Namun kelima buaya itu ditangkap lantaran berada di sekitar area operasi pencarian korban.

"Berbeda dengan buaya yang menerkam, dari kelima-nya yang ditangkap, ini buaya yang hanya kebetulan juga di sekitaran lokasi," kata Rezky.

Lebih lanjut, Rezky mengatakan Pemkab Mateng sebenarnya telah memasang papan imbauan waspada buaya di beberapa titik di Sungai Budong-budong. Papan imbauan itu telah dipasang sejak tahun 2023.

Salah satu papan imbauan itu juga dipasang di jembatan. Hal itu dilakukan agar imbauan tersebut mudah dilihat warga sehingga menghindari aktivitas di sekitar sungai.

"Sudah sejak tahun 2023 (ada papan imbauan), salah satunya ada di Jembatan Tabolang bagian atas, di Jembatan Tumbu, imbauan bahaya, waspada buaya," katanya.

Polda Sulbar turut memberikan imbauan setelah dua anak laki-laki tewas diterkam buaya dalam waktu berdekatan. Polda Sulbar meminta warga menghindari aktivitas di tepi sungai dan segera melapor jika melihat kemunculan buaya kepada aparat setempat.

"(Imbauan disebar di medsos sebagai bentuk) antisipasi, soalnya di Mateng sudah dua kali kejadian (warga tewas diterkam buaya)," kata Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Memo Ardian.