NADIKABAR.COM — Umpatan pengusaha sound horeg asal Karanganyar ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menjadi sorotan saat live di salah satu stasiun televisi. Bos sound horeg Aeromax yang diketahui bernama Setyo Budi Mularso mengaku khilaf.
"Saya sendiri sudah sampaikan saya khilaf dari pernyataan saya itu. Saya juga sudah menyampaikan dari hati yang benar-benar tulus, bahwasanya saya khilaf. Dan saya tobat," kata Budi, saat dihubungi awak media, Kamis (10/9/2026).
Budi menyampaikan, usai kejadian itu sudah bertemu dengan MUI Karanganyar untuk menyampaikan permohonan maafnya. Budi juga mengaku sudah dinasehati oleh anak dan istrinya terkait pernyataannya yang sempat heboh itu. Dan bisnis di sound horeg kurang efektif untuknya.
"Di sound ini tidak begitu efektif, dan signifikan untuk menambah pundi-pundi rezeki saya. Saya lebih ke hobi dan senang kumpul dengan saudara-saudara," katanya.
Usai videonya viral ia mengaku dimarahi istri dan langsung memutuskan hendak menjual sound horeg miliknya.
"Akhirnya saya putuskan kalau situasi ini sudah normal kayak gitu, biar saja tidak tahu-tahu dijual, dijual itu maknanya lebih spek horeg. Saya kan punya spek konser. Ini yang spek horeg, settingan horeg, saya lebih baik sudah tak perlu lagi," kata Budi saat dihubungi awak media, Kamis (14/9/2026).
Keputusan itu ia ambil usai dimarahi anak dan istrinya. Ia menyebut anak dan istrinya tak henti-henti menceramahinya.
"Daripada saya diceramahi anak istri, otomatis anak istri menyeramahi 24 jam di rumah, sudah diberitahu untuk lebih baik yang wajar-wajar saja," jelasnya.
Kini, ia mengaku bisnis sound horeg tak begitu menguntungkan. Ia mengaku senang dengan sound horeg karena senang dengan kumpul-kumpul.
"Di sound (horeg) ini tidak begitu efektif, dan signifikan untuk menambah pundi-pundi rejeki saya. Saya lebih ke hobi, dan senang kumpul dengan saudara-saudara," ujar Budi.
Dia menyakini, rejeki itu bisa didapat dengan usaha yang lain, tidak hanya dari dunia sound horek saja. Budi bahkan mengaku siap membantu acara-acara yang sifatnya positif, seperti pengajian.
"Kalau ada yang menghendaki, Mas Budi soundnya untuk pengajian di Alun-alun Solo, atau Alun-alun Karanganyar, saya berangkatkan. Untuk kemaslahatan kita berangkatkan. Bagi saya untuk sodakoh," ucapnya.
Dihubungi terpisah, Ketua MUI Karanganyar, KH Badaruddin, mengatakan sudah memaafkan pernyataan Budi terkait MUI Jatim tersebut. Ia menyebut, Budi telah mengakui kesalahannya.
"Saya sebagai orang Islam memaafkan. Dengan meminta maaf kepada MUI Jatim, MUI Jateng, dan (MUI) Indonesia termasuk (MUI) Karanganyar, sudah saya maafkan. Jangan sampai itu terulang kembali," kata Badaruddin, saat dihubungi awak media.
Dia mengatakan, permasalahan sound horeg adalah membuat masyarakat tidak tenang. Sebab, akan melanggar norma susila dan norma keagamaan. Ia tak mempersoalkan jika sound horeg digunakan untuk kegiatan yang positif, seperti pengajian.
"Kalau sound horeg digunakan untuk pengajian, yang positif, silakan. Tapi untuk nyanyi-nyanyi itu akibatnya ada membuka aurat, kemudian tidak sopan, menimbulkan miras, itu datanya ada, sehingga mestinya berhenti," ucapnya.
Ke depannya, MUI akan terus memantau konser sound horeg. Sebab, MUI tak ingin adanya dampak negatif dari aktivitas sound horeg tersebut.
"Iya (konser sound horeg terus dipantau). Mestinya (sound horeg) ditiadakan kecuali untuk kegiatan yang positif, bukan nyanyi, itu mesti dikuatkan," ujarnya.
"Karena menjadikan keresahan umat. Misalnya ditempat sekitar tempat ibadah seperti masjid kan mengganggu. Nyanyian yang membuka aurat kan mengganggu. Harus dipantau," tambahnya.
"Selama itu positif tidak melanggar norma, silahkan. Tapi kalau melanggar norma susila, norma agama harus dihentikan," pungkasnya.
pengusaha sound horeg menghina Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur dengan kata goblok. Kejadian itu terjadi saat acara Catatan Demokrasi dengan tema Sound Horeg: Musik Berujung Petaka yang ditayangkan secara langsung oleh salah satu tv nasional.
Potongan rekaman acara tersebut kemudian viral di media sosial. Kejadian itu bermula saat moderator acara memberikan kesempatan kepada pengusaha sound horeg yang bernama Setyo Budi Mularso menyampaikan pendapatnya soal fatwa haram sound horeg yang dikeluarkan MUI Jatim.
"MUI Jawa Timur itu bagi saya sendiri, itu sebuah kegoblokan MUI-nya sendiri. Kenapa? Karena MUI itu harusnya itu menjaga. Ini anak-anaknya loh. Saya tuh orang Jawa Tengah, saya menghormati. Saya menghormati dan saya cinta teman-teman Jawa Timur, tapi kegoblokannya MUI ini malah justru dipertontonkan seluruh Indonesia," kata Setyo dalam video yang dilihat NadiKabar, Kamis (10/9).
Mendengar pengusaha sound horeg berkata tersebut, moderator sempat menegur Setyo agar berkata dengan santun. Sebab acara tersebut disiarkan secara nasional.
Artikel ini telah tayang di NadiKabar. Baca selengkapnya di sini.