Proyek tersebut mulai terhubung ke jaringan listrik pada Juli 2024 dan resmi beroperasi pada Agustus di tahun yang sama.

Kini, pembangkit listrik tersebut beroperasi dengan stabil, sementara pengalaman teknis yang diperoleh selama pembangunan terus dimanfaatkan oleh para pekerja lokal dalam pekerjaan sehari-hari."Dulu, saya belum terlalu memahami sistem ini. Sekarang, saya sudah bisa mengoperasikannya dengan lancar. Saya juga ingin mempelajari cara pemrogramannya," kata operator pembangkit listrik Salas Panji sembari menunjuk layar di ruang kendali.Salas (25), yang menempuh pendidikan di bidang teknik elektro, telah bekerja di pembangkit listrik tersebut selama dua tahun.

Setiap hari, dia mencatat jumlah listrik yang dihasilkan dan memantau kondisi peralatan. Jika menemukan gangguan pada transformator, inverter, atau sistem kendali dan akuisisi data (SCADA), dia segera melaporkannya.

Saat baru mulai bekerja, Salas belum terbiasa dengan sistem tersebut. Melalui pelatihan dan praktik sehari-hari, dia secara bertahap menguasai pengoperasian dasar peralatan dan sistem pembangkit.Inverter, transformator, modul fotovoltaik, dan berbagai peralatan lainnya memiliki persyaratan pengoperasian yang berbeda sehingga teknisi perlu terus belajar dan mengumpulkan pengalaman.