Bagi Salas, pekerjaan ini tidak hanya memberinya kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengenalkannya pada teknologi baru."Bekerja di sini sangat menarik karena ini adalah bidang pekerjaan yang saya cita-citakan," ujar Salas. Dia berharap produksi listrik dari pembangkit tersebut terus meningkat, dan Indonesia dapat memanfaatkan lebih banyak teknologi energi terbarukan yang canggih pada masa mendatang.Pengalaman Salas dalam mengembangkan keterampilan kerja menunjukkan bahwa transfer teknologi telah dimulai sejak tahap pembangunan pembangkit listrik tersebut.
Untuk mengatasi kendala tersebut, tim proyek menugaskan tenaga kerja terampil dari Tiongkok untuk melatih para pekerja lokal. Secara keseluruhan, lebih dari 300 pekerja lokal berhasil dilatih menjadi tenaga pemasang yang terampil, dengan volume pemasangan harian tertinggi mencapai 2,5 MW.Mulai dari demonstrasi langsung di lapangan hingga praktik pemasangan, para teknisi Tiongkok membagikan pengalaman mereka melalui pekerjaan nyata. Upaya ini tidak hanya membantu kelancaran pembangunan proyek, tetapi juga membuka kesempatan bagi pekerja lokal untuk terlibat dalam pembangunan PLTS berskala besar.Helmi Faisal Kamil, seorang teknisi yang berasal dari Bandung, mengatakan kepada Xinhua bahwa PLTS tersebut mencakup area seluas kurang lebih 80 hektare, dengan kapasitas terpasang arus searah (DC) yang direncanakan sebesar 100,78 MW. Pembangkit itu terdiri atas lima blok lahan dan 24 unit pembangkit."Listrik yang dihasilkan diterima oleh pengelola kawasan industri, kemudian didistribusikan kepada pabrik-pabrik terkait untuk menyediakan energi bersih bagi kegiatan industri," tutur Helmi.Selain menyediakan listrik bersih, pembangunan dan pengoperasian proyek tersebut juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Muhamad Heivenly, seorang supervisor keselamatan dari perusahaan Indonesia yang terlibat dalam proyek itu, pernah bekerja bersama teknisi Tiongkok. Dia mengatakan bahwa meski kedua pihak terkadang membutuhkan bantuan penerjemah untuk berkomunikasi, para pekerja dan manajer Tiongkok bersedia berbagi pengalaman serta membantu meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal."Mereka mengajarkan hal-hal yang mereka kuasai kepada kami. Mereka berharap kami juga dapat menguasai keterampilan tersebut," ujarnya.
Menurut Heivenly, pada puncak pembangunan, proyek tersebut mampu menyerap sekitar 800 hingga 1.000 pekerja. Setelah konstruksi rampung, jumlah pekerja di lokasi berkurang. Namun, pengoperasian pembangkit, pemeriksaan peralatan, dan kegiatan pemeliharaan tetap membutuhkan keterlibatan tenaga kerja lokal, sehingga memberikan kesempatan kepada sejumlah pekerja untuk mengenal bidang energi baru.Heivenly mengungkapkan bahwa pengembangan energi surya dapat membantu mengurangi ketergantungan pada batu bara dan sumber energi konvensional lainnya. Dia berharap Indonesia dapat membangun lebih banyak proyek serupa pada masa mendatang agar potensi energi surya yang melimpah di negara ini dapat dimanfaatkan dengan lebih baik.Sinar matahari terus menyinari deretan panel surya, sementara listrik yang dihasilkan mengalir ke kawasan industri. Selain energi bersih, pertukaran teknologi dan pengembangan tenaga terampil juga menjadi hasil penting dari proyek tersebut. Melalui kerja sama teknologi, perusahaan Tiongkok membantu meningkatkan keterampilan pekerja lokal, sekaligus memberikan dorongan bagi pengembangan energi bersih dan transisi hijau Indonesia. Selesai