Kepala sekolah juga, kata Bambang, membantah korban AP mendapat perundungan atau bullying di sekolah.

"(Keterangan dari kepala sekolah) selama bersekolah korban tidak pernah mendapat perundungan," jelas Bambang.

Menurut Bambang, pengakuan serupa juga disampaikan Ambrosius Maksi, Wali Kelas korban AP saat memberi keterangan.

"Pemantauan secara langsung oleh wali kelas terhadap korban selama satu minggu terakhir, yang bersangkutan (korban AP) beraktivitas seperti biasa dan tidak menunjukkan perilaku yang menonjol dan mencurigakan," jelas Bambang.

Aparat juga melakukan pendalaman terhadap teman sebangku korban di kelas yakni SM (12). SM juga menyampaikan korban AP tidak pernah bercerita tantang masalahnya ataupun mengeluhkan sesuatu.

"Sejak hari sebelumnya sampai dengan kemarin (Selasa 21/10) korban tidak menunjukkan perilaku keseharian yang mencurigakan," kata Bambang mengulangi keterangan SM.

Bambang menyampaikan pihaknya juga telah menyambangi Kepala Dusun Lirikelan untuk mendalami motif korban AP nekat gantung diri.