"Kita pengiriman 920, dari 920 salah satu ada indikasi dari telur lalat," kata Ginanjar.

Ia menyebut kejadian tersebut merupakan yang pertama kali terjadi di dapur SPPG Brayan Muluk. Namun, pihaknya belum dapat memastikan secara pasti asal benda tersebut.

"Ini pertama kali terjadi. Dari indikasi dapur kemungkinan lalat itu hinggap saat di dapur," ujarnya.

"Kami langsung koordinasi dengan pihak sekolah, kami memohon maaf, dan pihak sekolah minta di-hold (dihentikan) dulu MBG-nya," ujarnya.

Pihak SPPG kini melakukan evaluasi terhadap proses pengolahan dan kebersihan makanan, termasuk kemungkinan benda tersebut masuk saat proses pengolahan lauk.

Ditambahkannya, SPPG Brayan Muluk setiap hari memproduksi sekitar 3.060 porsi MBG untuk 16 sekolah, mulai jenjang TK hingga SMA serta Posyandu. Sementara SMA Negeri 1 Belik menerima sekitar 920 porsi MBG setiap hari yang dikirim dalam dua kali pengiriman.