NADIKABAR.COM — Universitas Padjadjaran (Unpad) masih membuka Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) Pascasarjana Gelombang II Tahun Akademik 2026/2027. Pendaftaran dibuka untuk calon mahasiswa jenjang magister, doktor, profesi, spesialis, hingga subspesialis.
Kepala Kantor SMUP Unpad, Prof Anas, mengatakan jumlah pendaftar SMUP Pascasarjana menunjukkan tren peningkatan. Kini, calon mahasiswa tak hanya bisa daftar lewat jalur reguler saja tetapi juga jalur kerja sama dan jalur pendukung lain.
"Kalau dilihat dari tren pendaftar, terus naik dengan berbagai macam jalur yang dibuka," kata Anas dikutip dari laman Unpad, Jumat (4/9/2026).
Anas menjelaskan calon peserta perlu mempersiapkan beberapa dokumen untuk pendaftaran. Dokumen ini menjadi syarat awal mengikuti tahapan seleksi administrasi.
Dokumen-dokumen nantinya akan diverifikasi untuk menentukan apakah peserta memenuhi persyaratan atau eligible. Adapun dokumen yang dimaksud tim redaksi lain:
- Ijazah- Transkrip nilai- Kartu identitas- Sertifikat Tes Kemampuan Akademik (TKA)- Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI) untuk pendaftar magister dan profesi tidak ada minimal skor sedangkan untuk doktor dan spesialis/sub spesialis minimal skor 475.
Setelah dinyatakan eligible, peserta akan mengikuti tahapan seleksi yang ditentukan oleh masing-masing program studi. Bentuk seleksi dapat berupa wawancara maupun ujian program studi lainnya.
"Yang paling penting adalah verifikasi. Pertama, verifikasi dokumen resmi seperti ijazah dan transkrip. Selain itu juga kartu identitas, serta sertifikat TKA dan TKBI. Setelah eligible keluar, kemudian interview atau ujian prodi lainnya, baru penentuan kelulusan," jelasnya.
Selain itu, Anas mengingatkan agar peserta memastikan sertifikat TKA dan TKBI berasal dari lembaga penyelenggara resmi dan terakreditasi. Hal ini untuk menunjang proses verifikasi dokumen tidak terkendala.
Sayangnya, Anas mengatakan tidak ada skema beasiswa pada gelombang kali ini. Biasanya, tersedia Beasiswa Unpad (BPUPP dan BPDP), Beasiswa PMDSU, serta program fast track dari jenjang S-1 ke S-2.
Meski demikian, mahasiswa bisa mencoba alternatif lain. Misalnya beasiswa pemerintah seperti LPDP, beasiswa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi dan sebagainya.
Selain itu, Anas mengingatkan calon mahasiswa supaya mendaftar lebih awal agar memiliki waktu lebih jika harus memperbaiki dokumen yang tidak sesuai.
Ia menyebut sesi kedua menjadi salah satu waktu yang ideal untuk melakukan pendaftaran. Sebab, apabila peserta belum memenuhi persyaratan pada sesi tersebut, masih tersedia kesempatan untuk melakukan perbaikan pada sesi berikutnya.
"Kalau di sesi ketiga sudah tidak ada waktu untuk memperbaiki," ujarnya.
Khusus calon mahasiswa yang akan menggunakan beasiswa, seperti LPDP dan Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI), pendaftaran lebih awal juga disarankan agar calon penerima memiliki cukup waktu mempersiapkan dokumen.
Adapun pembukaan jalur reguler SMUP Pascasarjana ini dibuka hingga 11 Januari 2027. Sementara untuk spesialis dan subspesiasli dibuka hingga 28 Desember 2026.
Informasi lebih lengkap mengenai daftar program studi dan masing-masing persyaratan bisa dilihat di https://smup.unpad.ac.id/ ya.