Nasional
HALAMAN 1 DARI 3
Suka mengunyah es batu? Bisa jadi tanda anemia, ini penjelasannya
Makan es batu tidak menyebabkan anemia. Anggapan bahwa es batu bisa "merusak darah" atau membekukan sel darah hanyalah mitos.
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Kamis, 24 September 2026 pukul 08:13 WIB
• ⏱ 1 menit baca
NADIKABAR.COM — Makan es batu tidak menyebabkan anemia. Anggapan bahwa es batu bisa "merusak darah" atau membekukan sel darah hanyalah mitos.
Arah hukum hubungannya justru sebaliknya: kebiasaan mengunyah es batu secara berlebihan (kompulsif) sering kali merupakan gejala atau tanda bahwa seseorang sedang mengalami anemia defisiensi besi.
Dalam dunia medis, dorongan kuat untuk mengunyah bahan non-makanan (seperti tanah, kertas, atau es) disebut pica. Khusus untuk kebiasaan mengunyah es batu, istilah medisnya adalah pagofagia (pagophagia).
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.