NADIKABAR.COM β€” Bupati Nagan Raya, Aceh, Teuku Raja Keumangan mengatakan maskapai Susi Air dijadwalkan kembali melayani penerbangan di Bandar Udara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Aceh ,menuju Bandara Kualanamu Medan Sumatera Utara, dan Banda Aceh mulai 2 November 2026.

β€œInsya Allah, mulai 2 November 2026, pesawat Susi Air kembali melayani penerbangan ke Banda Aceh dan Medan dari Nagan Raya,” kata Bupati Teuku Raja Keumangan dalam keterangan diterima di Nagan Raya, Sabtu.

Kepastian tersebut diperoleh setelah dirinya bertemu dengan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia sekaligus pemilik maskapai Susi Air, Susi Pudjiastuti, di Jakarta pada Rabu (21/10). Dalam pertemuan tersebut, Bupati Teuku Raja Keumangan turut didampingi Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, H Hizbulwatan.

Pertemuan tersebut secara khusus membahas rencana pengoperasian kembali layanan penerbangan dari Bandara Cut Nyak Dhien menuju sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Utara.

Dalam pembahasan itu, disepakati rencana pembukaan kembali rute Medan dengan frekuensi empat kali seminggu dan rute Banda Aceh dua kali seminggu.

Teuku Raja Keumangan menjelaskan pengoperasian kembali layanan penerbangan tersebut menjadi langkah penting bagi Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dalam mendorong pemulihan aktivitas Bandara Cut Nyak Dhien sebagai salah satu infrastruktur strategis yang mendukung konektivitas wilayah barat selatan Aceh.

Aktivitas penerbangan di bandara tersebut mengalami penurunan sejak pandemi COVID-19 melanda pada 2020.

Dampak pandemi dan berbagai kondisi setelahnya turut mempengaruhi keberlangsungan layanan transportasi udara yang selama ini dibutuhkan masyarakat untuk menunjang mobilitas antardaerah.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh terus berupaya membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak agar layanan penerbangan dari bandara tersebut dapat kembali beroperasi.

"Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi bandara sebagai akses transportasi bagi masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai kepentingan pembangunan daerah," jelas nya.

Menurut dia, keberadaan layanan penerbangan tidak hanya berkaitan dengan kemudahan transportasi, tetapi juga berperan dalam memperluas akses ekonomi, memperlancar perjalanan masyarakat, serta memperkuat hubungan Nagan Raya dengan pusat-pusat kegiatan di Aceh dan Sumatera Utara.